pengkhianatyangtelahmusnah

Saturday, June 18, 2005

Apakah Aku Gila? ………….Tidak
Wahai dentuman gledek,
Rabalah bilik jantung yang basah oleh ceceran darahku
Dapatkah kamu katakan apa yang aku harus lakukan?
Wahai kilatan petir,
Lihatlah kelopak mata yang tak terpejam untukmu
Sudahkah kamu melihat aurora di semenanjung Alaska?
Wahai malaikat-malaikat angkasa
Aku ingin kalian tahu bahwa air dan api dapat bersatu
Wahai jiwa-jiwa yang beterbangan
Aku ingin kalian tidak kembali menarik hamparan karpet sabana ini
Pada kalian aku tahu semua
Kalian tidak dapat membuat daun-daun flamboyan itu
Menguning.
Terbang berjatuhan
Pada hamparan keringnya daratan
Hingga suara-suara bel angin berbunyi
Hingga suara-suara bel angin berbunyi
Hingga suara-suara bel angin berbunyi
Hingga suara-suara bel angin berbunyi
Hingga suara-suara bel angin berbunyi
Hingga suara-suara bel angin berbunyi
Hingga tak ada lagi ketakutan untuk diterpa taufan terakhir
Karena dingin adalah malam
Apakah aku gila?
Ketika hembusan angin telah membunuhku
Apakah aku gila?
Ketika kulumus adalah celoteh-celotehku
Apakah aku gila?
Ketika lumpur itu kumuntahkan
Apakah aku gila?
Ketika harus kumakan getah kulit pinus
Apakah aku gila?
Ketika samudera ini aku tumpahkan

Dalam akhir lembaran 6 tahun yang ditutup
23 November 2003/1 Syawal 1424 H

0 Comments:

Post a Comment

<< Home